Home

Minggu, 16 Mei 2010

Episode Hitam: Awan-Awan Singa

Aku menatap awan lepas berkejaran di udara panas
Tampak awan-awan kecil membentuk anak singa asyik bermain..
Ya Tuhan..
Ia datang lagi dengan gerak cepat sapu lidi patah..ibu lusuh tampak wajahnya kian keruh
Kali ini sedikit berbeda, bocah kemarin tak ada lagi
Bu..bayi siapa lagi itu?..
Bayi polos kini tak tidur, mata bulatnya berputar-putar tak peduli suhu gerbong kian pengap
Nak..kenapa wajah lugumu?.
Itu luka-luka bekas apa?.
Wajahnya banyak luka hampir penuh dimuka bayi kecil
Ibu tua tak peduli tetap menyapu lorong lurus maju

Awan-awan telah berubah tapi kini semakin besar menyerupai singa betina menjilati anaknya
'' sebuas-buanya singa tak akan memakan anaknya''
Kawan..pernah kau lihat singa dan serigala korbankan anaknya demi seekor mangsa?..
Pernahkah?.
Sisi kemanusiaan ku kembali terusik, menjerit
Kemana aku harus bertanya..?
Jawabnya..kami perlu makan, hidup layak..kami terpaksa..!
Kemana harus ku lempar ketidakberdayaan ini...?
Jawabnya..kami tak butuh teriakkan mu mas..!
Awan putih kulihat telah hilang tinggalkan langit biru bersih
Ibu tua pun berlalu tinggalkan ujung sepatu ku yang kotor..sapu lidi kotor itu benar-benar melindasku
Aku tak berburuk sangka pada mu Bu
Kasihan bayi itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar