Malam hening, hening hati...
Tik..tok..tik..tok... suara putaran jarum jam terdengar seirama ditelingaku.
Menyanyikan irama sunyi ditemani para serangga malam beraksi.
Ruangan ini, ruang singgah tempatku mencari sebuah intisari kehidupan.
Lelah memang.. terasa terbuang.. bahkan terbuang dari perasingan.
Seekor kepik berjalan-jalan diujung kaki telanjangku.
Aku ingin sekali bertanya pada kepik malang terdampar.
Apa yang kau cari diatas kaki-ku ini??
Kepik diam, membisu tak menjawab.
Ahh!! ini hanya karena ketidakberdayaan-ku saja yang tak mengerti dunia-nya.
Sebenarnya Kepik itu berbicara ketika-ku bertanya.
Aku mencoba memahami... Kepik terus naik hingga betis.
Ku coba ulurkan tangan kecil tulang-belulangku, Kepik berpindah!!
Ku bawa ke taman indah, hamparan wangi bunga.
Lalu Kepik itu terbang kesela-sela dedaunan.
Aku paham, aku mengerti... itu memang sesuatu yang sedang ku cari.
Kepik malam... mencari kebebasan.
Kebebasan indah.. suci.. bersama permadani tunggangan sang putri.
(by Rahman Sophal A)
(by Rahman Sophal A)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar