Home

Senin, 06 September 2010

Brainstorming (3): Jangan Bersedih Karena Tertimpa Kesulitan

Aku terlahir bukan menjadi seseorang yang sempurna. Ketika kesulitan-kesulitan itu datang disaat-saat yang tak diharapkan, terkadang membuat saya lemah dan merasa bahwa diri ini terbuang bermil-mil dari perasingan. Ditengah krisis gen positif didalam diri saya itu, saya mencoba membuka lalu membaca sepenggal kisah dalam buku yang di tulis oleh Aidh Al-Qarni berjudul Jangan Bersedih Karena Tertimpa Kesulitan.
Dalam kisah tersebut diceritakan bahwa kesulitan-kesulitan itu, sebenarnya akan menguatkan hati, menghapuskan dosa, menghancurkan rasa ujub, dan menguburkan rasa sombong. Kesulitan itu, akan meluruhkan kelalaian, menyalakan lentera dzikir, menarik empati sesama, menjadi doa yang dipanjatkan oleh orang-orang saleh, merupakan wujud ketundukan kepada tiran, merupakan sebuah penyerahan diri kepada Dzat Yang Esa, merupakan sebuah peringatan dini, sebuah upaya menghidupkan dzikir, merupakan upaya untuk menjaga hati dengan bersabar, merupakan persiapan untuk menghadap Sang Tuan dan sebuah sentilan untuk tidak cenderung pada dunia, merasa aman dan tenang dengannya.
Karena kelembutan yang tersembunyi itu jauh lebih besar, dosa yang ditutupi itu jauh lebih besar, dan kesalahan yang dimaafkan juga jauh lebih besar. 
Penggalan catatan dari kisah tersebut semoga bermanfaat, disaat kita menjalankan ibadah dibulan suci ramadan ini. Insyaallah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar