Akhirnya..
Setelah sejenak berhenti, ku dayung kembali rakit ini.
Setelah sejenak berhenti, ku dayung kembali rakit ini.
Rimba bakau yang asing, labirin alam yang pernah ku ceritakan.
Tak jauh dari yang di bayangkan, yang ada hanya asap dan tetap bunyi senyap seakan mengerang.
Aku memeluk lutut, membiarkan angin selatan menuntut layar rakit ku, menuju harapan di sana, kerajaan entah!
Kabut ada disekitar ku tapi tak kuasa ku peluk, selalu begitu.
Kabut ada disekitar ku tapi tak kuasa ku peluk, selalu begitu.
Angin mencemooh..
Mata-mata tak yakin menatap ku dari balik permukaan air, mengintai, mengawasi dan menunggu aku jatuh.
Kabut mengepung batin, memeluk ku dengan dingin hingga aku sesak.
Mata-mata tak yakin menatap ku dari balik permukaan air, mengintai, mengawasi dan menunggu aku jatuh.
Kabut mengepung batin, memeluk ku dengan dingin hingga aku sesak.
Sesak dengan sendu, rindu..
Angin selatan berhembus pelan seakan mengerti..
Aku sabar di sini.
Angin selatan berhembus pelan seakan mengerti..
Aku sabar di sini.
Sasar di jalan kabut.
Menuju kerajaan entah!!
Untuk mencari keramahan Sang Cinta.
Menuju kerajaan entah!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar