Ini yang ku tahu
Sementara menunggu tulang punggung bergerak terasa kikuk dan tegang
Sementara sendi besi mulai meregang ngilu berdetak-detak berbunyi kasar
Ringkih tak peduli melindas usia rapuh melawan zaman
Kau saksi perubahan
Kau juri akan kematian yang selalu datang
Kau berkarat bersama muatan yang semakin sarat
Kau acuh bersama ribuan keluh
Berlalu seperti biasa tak sadar keadaan semakin rawan
Dulu..
Di sekitar mu berlarian nuansa hijau gelap di saat fajar
Sayap-sayap kenari riang menghantar kau menerjang subuh
Dimana wajah-wajah optimis membayangkan rejeki dari hasil bumi yang kau angkut
Dan, lenguh lembu serta embikan kambing bersorak melintasi tebing landai.
Sekarang..
Tak ada hijau menyapa
Tak ada pekik elang mengejar bayang
Yang ada hanya kehati-hatian saat berjalan dan petak-petak seng meresahkan
Dan gerbong penuh napas bau
Tak ada ceria disana
Tak ada kepedulian yang nyata
Kau dungu tetap melaju
Sementara menunggu tulang punggung bergerak terasa kikuk dan tegang
Sementara sendi besi mulai meregang ngilu berdetak-detak berbunyi kasar
Ringkih tak peduli melindas usia rapuh melawan zaman
Kau saksi perubahan
Kau juri akan kematian yang selalu datang
Kau berkarat bersama muatan yang semakin sarat
Kau acuh bersama ribuan keluh
Berlalu seperti biasa tak sadar keadaan semakin rawan
Dulu..
Di sekitar mu berlarian nuansa hijau gelap di saat fajar
Sayap-sayap kenari riang menghantar kau menerjang subuh
Dimana wajah-wajah optimis membayangkan rejeki dari hasil bumi yang kau angkut
Dan, lenguh lembu serta embikan kambing bersorak melintasi tebing landai.
Sekarang..
Tak ada hijau menyapa
Tak ada pekik elang mengejar bayang
Yang ada hanya kehati-hatian saat berjalan dan petak-petak seng meresahkan
Dan gerbong penuh napas bau
Tak ada ceria disana
Tak ada kepedulian yang nyata
Kau dungu tetap melaju
Tidak ada komentar:
Posting Komentar