Dahaga itu kini menguap bersama kaktus padang gersang
Kekuatan menyengat terasa sekali tambahan tenaga sesaat
Gersang rindu terhisap dendam di kemudian, Sang pemilik tinta kiri mengendus marah
Aku menggelinding menahan ketir
Amarah menghujani bagai air laut menyebrang tenggorokan
Semakin ketir
Semakin marah
Terus ku tegak semakin tak tertahan, Sang pemilik tinta kanan bermuka kelam.. kecewa.
Aku tenggelam dalam rindu hisapan pasir
Semakin dalam semakin sesak
Aku tenggelam dalam lumpur hutan terlarang
Meronta tak ada guna, dalam cintaNya aku terus berdosa
Kekuatan menyengat terasa sekali tambahan tenaga sesaat
Gersang rindu terhisap dendam di kemudian, Sang pemilik tinta kiri mengendus marah
Aku menggelinding menahan ketir
Amarah menghujani bagai air laut menyebrang tenggorokan
Semakin ketir
Semakin marah
Terus ku tegak semakin tak tertahan, Sang pemilik tinta kanan bermuka kelam.. kecewa.
Aku tenggelam dalam rindu hisapan pasir
Semakin dalam semakin sesak
Aku tenggelam dalam lumpur hutan terlarang
Meronta tak ada guna, dalam cintaNya aku terus berdosa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar